Hari ini saya mendapat pengalaman baru lagi:-)
Hari ini ada satu hal yang mengocok perut saya dan membuat air mata saya tak henti-hentinya terjatuh. Masalahnya mungkin bagi banyak orang hanya sepeleh, tapi tidak bagi saya. Hanya sebuah pertanyaan yang diajukkan dan itu membuat tubuh ini seakan-akan remuk tak berdaya. Pertanyaan apa itu? Tidak penting.
Hah.. Sudahlah. Saya hanya berterima kasih untuk setiap masalah yang saya alami dan telah membuat saya naik tingkat ke level yang lebih tinggi dalam AQ, SQ dan EQ.
Hanya saja kali ini saya mau bercerita tentang seseorang. Saya mengenalnya sejak tahun 2005. Sejak saya duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Saya melihat sosok ini sangat tegas namun penuh kasih terhadap setiap anak-anak yang ditemuinya.
Suatu kali kami mengikuti Lomba Paduan Suara antar Sekolah-sekolah se-Kota Palu. Kami meraih juara I dalam acara ini. Di sinilah saya mulai mengenal dekat dan ingin mengenal sosok yang murah senyum namun terkadang tegas dalam bertutur kata ini. Beliau naik ke atas panggung untuk berfoto bersama-sama dengan kami dan tersenyum bangga bersama. Setahun setelah itu saya tamat SD, melanjutkan ke tingkat SMP dan SMA di tempat lain dan saya tidak lagi pernah bertemu dengan beliau.
Enam tahun berlalu akhirnya saya bertemu lagi dengan sosok ini. Dia menjadi pemimpin di tempat saya berkuliah. Masih seperti dulu wataknya, keras, tegas, berwibawa, dan berkharisma. Namun menurut saya, dia yang sekarang telah jauh berbeda dengan dia yang ketika kecil saya kenal. Sekarang dia menjadi orang yang "ditakuti" di Sekolah. Sifatnya yang ramah dan murah senyum tidak ada lagi. Semua orang menyegani beliau dan begitu pula dengan saya. Harus berhati-hati jika bertemu, bertatap muka dan berbicara dengan beliau. Padahal masih lekat dalam ingatan saya betapa ramahnya beliau kepada kami anak-anak SD pada waktu itu. Sayapun menaruh stero type yang sama kepadanya, "killer". Ketika dimarahi oleh beliau saya pun bertanya-tanya dalam hati kecilku "Apakah saya telah dilupakan? Bukankah dulu dia tak pernah sedikitpun marah kepada saya?. Apakah dia ini yang dulu saya kenal? Rasanya bukan".
Saya bukan hanya bertemu dengan beliau di kelas, tetapi juga saya bertemu dengannya setiap hari dan lama-kelamaan saya betul-betul mengenal dan memahami kepribadian beliau yang rumit. Hati saya mulai terhibur setelah kurang lebih 4 tahun bersama-sama di kampus maupun di tempat pelayanan. "Dia masih sama, seperti dulu. Dia guru yang baik, sama seperti dulu". Bahkan lebih lagi ternyata di balik "kegalakkannya" beliau adalah sosok pemimpin yang peka. Hal inilah yang jarang saya temui pada pemimpin-pemimpin lainnya (belum pernah - red). Kepekaannya itulah yang membuat saya belajar banyak hal tentang kehidupan. Dan saya yakin hal yang sama juga dirasakan oleh orang-orang yang pernah ia pimpin. Saya tertegun atas setiap keputusan-keputusannya, perhatiannya, tindakannya, reaksinya terhadap setiap permasalahan yang dihadapi.
Sampai saat ini, ketika beliau sudah tidak bersama-sama lagi dengan kami, dampak kepemimpinannya telah terbukti, teruji dan berdampak besar bagi banyak anak-anak muda. Dia bisa menjadi pemimpin, sekaligus menjadi teman. Dia bisa menjadi dosen, namun bisa juga menjadi mentor. Dia bisa bersikap keras, namun bisa juga bersifat arif dan bijaksana penuh kasih. Saya amat bersyukur pernah bertemu dengan beliau dan mendapatkan begitu banyak pelajaran dari beliau. Meskipun banyak yang tak menyukainya, tapi tidak bagi saya. Saya hanya berpikir mungkin para "hatters" belum mengenal baik kepribadian beliau, tapi tidak bagi saya.
Saat inipun, ketika mengalami masalah-masalah dalam segala hal, beliau selalu peka melihat semuanya. Beliau memberikan nasihat seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya sendiri, beliau bisa menjadi pemimpin yang memiliki kecerdasan dan pengalaman yang mumpuni dan menularkannya bagi saya. Dari beliau saya belajar mengenai ketulusan. Dari beliau saya belajar pengabdian. Dari beliau saya belajar kerja keras. Dari beliau saya belajar menghargai. Dari beliau saya belajar menyikapi masalah. Dari beliau saya belajar berkarya untuk orang banyak tanpa memgenal lelah. Dari beliau saya belajar untuk tegar.
Terima kasih Tuhan, untuk beliau yang Engkau kirim hadir dalam perjalanan kehidupanku. Aku bisa mengenal-Mu karena beliau mengajarkanku untuk itu. Belajar dan terus belajar akan firman-Mu. Tanpa henti.
Beliau adalah Bpk. JANNEMAN RUDOLF USMANY, S.Th., M.A., M.Th
Beliau adalah Bpk. JANNEMAN RUDOLF USMANY, S.Th., M.A., M.Th
Tidak ada komentar:
Posting Komentar