Rabu, 02 April 2014

UNFORGETTABLE MOMENT IN THE END OF MARCH

Berimba Komiu?
Kemanakah kamu di tanggal 31 Maret kemarin? Merayakan Nyepi di rumahkah? Menghabiskan waktu bersama keluarga di tempat rekreasi? Pergi ke gunung? Pergi ke pantai? Atau kamu hanya tidur-tiduran di rumah?. Hmm.. rasanya sayang sekali jika kamu menghabiskan waktu liburmu tanpa aktifitas menyenangkan apapun selain tidur (nyinggung ce)..

Well..
Tanggal 30 Maret saya dan teman-teman saya di gereja sudah mantap merencanakan kunjungan ke Kulawi dan desa-desa sekitarnya (Pangana, Lawua, Oo). Usai pelayanan di gereja semuanya berkumpul di meja makan dan membahas rencana "wow" ini di hari esok. Ratno sebagai koordinator pun menelpon ibunya untuk mempersiapkan semuanya bagi kami yang akan berkunjung ke kampung halamannya di Pangana, Kulawi. Kami membahas perjalanan, penginapan, makanan, kegiatan, bongkar kolam ikan, makan di kebun, dan tentunya foto-foto (wajib hukumnya). 

Namun..
Malam harinya terjadi sedikit salah paham yang sifatnya pribadi yang di alami oleh teman kami Y dan V. Sepertinya mereka batal ikut karena masalah yang tidak diharapkan ini terjadi. Nah.. maka, malam hari itulah keputusan yang sudah bulat di pagi dan siang hari berubah drastis. Sepertinya kami juga batal untuk pergi karena situasinya pasti akan berbeda jika salah seorang dari kami tidak jadi pergi ke sana. Saya pun berpikir dan berkata dalam hati "hadeh.. kenapa jadi begini ini rencana e.. perasaan siang tadi aman-aman saja". Dan dari situ saya berpikir untuk pulang ke rumah dan tidak mengharapkan suatu perjalanan menyenangkan terjadi di hari esok. 

Singkat Ce-ri-ta..
Saya pun bangun pagi dan melihat hp tidak ada notifitasi apapun. Saya pikir "teman-teman pasti batal pergi" dan saya pun tidur lagi sampai jam 11 siang (jengjeng). Suatu kabar mengejutkan yang saya dapat dari gambar display picture teman saya. Sontak saya berteriak "what? Mereka pergi tanpa saya? What's the kepet huh?!". Saya bertanya pada Iven Juji dan ia menjawab : "Sorry, Ne.. Kami buru-buru perginya takut sesuatu dan lain hal yang kita bicarakan semalam terjadi. Dan ini terakhir kalinya kita bisa keluar sama Nining. Kau tau Ne, nanti di Dolo baru kami ingat kau. Astaga Nane lupa kita ajak e.."
Dengan sedikit rasa jengkel di hati akhirnya saya memutuskan pergi ke Tanjung Karang saja tepat pukul 12.00. Yang benar saja, panas menusuk sampai ke ubun-ubun. Tapi tak mengapa, pikirku: "saya merindukan aroma pantai. Snorkel apa kabar?. Hampir setahun tak bertemu." 

Perjalanan menggunakan motor kurang lebih 1 jam dari kota Palu. Sesampainya di sana suasana pantai sama saja seperti biasanya, ramai, dipenuhi khalayak, dan tentunya sampah. Tapi ada satu hal yang tidak biasa di sana. Lepas pantai agaknya menjauh/surut sekitar 50 meter dari biasanya. Sambil mata ini memandang bibir pantai nan eksotik itu, saya terkejut dengan pemandangan lain yang tak biasa. Banyak bule yang melakukan snorkling. "Woooow.. kesempatan ini capcus sama bule pake bahasa Inggris standar Kulawi (PD gak ketulungan)" pikirku. Setelah sampai, saya memilih tempat berteduh di bawah gua karang tanpa melepaskan pandangan pada para bule. Dan tepat di depan saya ada opa-opa bule yang berenang kesana-kemari (wih.. jago). Keasyikan melihat orang-orang bule itu, tanpa sadar 2 orang gadis bule menghampiri saya. "Berapa saya bayar snorkel ini? Satu? Sampai kapan?". Saya terheran-heran. Apa maksudnya?? Sampai seorang anak pantai berlari ke arah kami dan menjawab pertanyaan mereka "satu harga Rp10.000. Pakai sepuasnya". Oooohh.. baru ngeh..... ternyata gadis-gadis itu mau menyewa alat Snorkel yang berada tepat di atas tempat saya berteduh. Hahahahaha.. Malu eyke bo.. Katanya tadi mau nunjukin ilmu berbahasa Inggris, tapi pas berhadapan muka, eh tidak tau harus bilang apa!". Menutupi rasa malu dan juga melihat matahari sudah agak menepi akhirnya saya ganti baju &  mengambil alat Snorkel sendiri dan berenang sendiri juga :-D.

Let It Go..
Di sinilah saya merasakan pengalaman yang baru dan sangat berarti. Muke gile.. Di bawah sana kurang dari 1-2 meter terbentuk karang yang super indah. Ikan-ikan kecil dan besar sangat ramah dan mereka tidak takut mendekat kepada kami (saya dan bule-bule unknown). Benar-benar istana bawah laut yang indah. Ada Nemo di sana, ikan terbang, ikan kakatua, ikan warna hitam, kuning, orange, biru, karang berwarna ungu. Ini bukan saja wow, tetapi wooooooooooow. Kagum.. takjub.. penuh syukur.. Itulah yang saya rasakan selama 1 jam lebih menelusuri dunia bawah laut. Tak ingin berhenti sebenarnya, hanya saya merasa sudah tidak mampu berenang (hosah). Saya putuskan untuk menepi dan seorang laki-laki paruh baya mendekati saya "Capek? Ini pelampung saya sewa supaya tidak capek. Kalau cuma sebentar berenang di tempat itu tidak puas kamu. Bagus sekali tempat yang kau pigi akan tadi itu. Hanya jarang yang berani sampai ke situ. Tapi orang barat senang sekali kesitu. Konon katanya memang bagus sekali memang tapi jarang orang yang berani ke tempat itu karena jauh dari pantai (50-100 m)". Saya pun tidak menyangka akan sampai sejauh itu sendirian, kalau tidak terpesona dan dihipnotis oleh keindahan dunia di bawah sana. :-D

Oh sungguh luar biasa kesempatan ini. Takkan terlupakan. Saya akan menceritakan kepada semua orang betapa indahnya potensi pariwisata di daerah saya ini. Dan sebenarnya jika mau menjaga dan memeliharanya serta mengembangkan potensi yang ada maka kita akan mewariskan harta bernilai bagi anak cucu kita khususnya di daerah Sulawesi Tengah. 

I Swear..
Jika Anda tidak mempercayai saya, silakan berkunjung kemari. Ke kota Donggala. Rasakan sensasi yang luar biasa di sana dan mungkin belum pernah Anda rasakan selama hidup Anda.



Love March♥

Tidak ada komentar: