Rabu, 19 Februari 2014

TIDAK ADA SESUATU HAL YANG KEBETULAN

            Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi saya. Mengapa demikian?. Tidur jam 3 pagi dan bangun jam 7 pagi. Setelah itu mengerjakan pekerjaan di rumah. Siang sampai sore hari mengerjakan tugas kuliah dan berada di kampus.
          Namun, ada satu hal yang membuat hari ini istimewa menurut saya. Sore tadi selesai mengikuti kuliah, badan dan otak terasa sangat lelah dan saya berniat segera pulang ke rumah. Namun, ketika saya hendak pulang ke rumah, saya "singgah" ke gereja untuk melihat pelayanan Rabu Gembira (pelayanan anak Sekolah Minggu di hari Rabu). Setelah beberapa saat lamanya berada di gereja, saya bertemu dengan teman-teman pelayanan dan sedikit berbincang-bincang.
     Tak lama kemudian, sahabat saya Ivendris datang mengendarai motornya dan menghampiri saya yang duduk bersama teman-teman  lainnya di depan teras gereja. Ia mengajak kami untuk pelayanan kunjungan. Dalam pikiran saya, saya sama sekali tidak berniat ingin mengikuti pelayanan tersebut karena badan saya terasa sangat lelah dan jam 7 malam saya sudah berjanji kepada ketua GYM (pemuda gereja) saya untuk mengikuti kegiatan Pendalaman Alkitab. Namun, kemudian teman-teman yang lainnya tertarik untuk mengikuti pelayanan tersebut dan menceritakan kemana kami akan berkunjung malam itu.
         Benar saja, kak Ivendris mengajak kami untuk mengunjungi salah seorang anak muda dari anggota GYM yang sudah hampir 3 bulan terbaring karena sakit. Ia sudah bolak-balik rumah sakit namun tak kunjung sembuh. Heran nya, dokter yang memeriksa nya tidak dapat menemukan penyakit apa yang ia derita meskipun segala macam pemeriksaan telah ia jalani. Sampai pada suatu kesimpulan, bahwa anak muda tersebut bukan mengalami penyakit biasa, melainkan penyakit yang disebabkan oleh roh jahat.
       Di sini hati saya mulai tergerak , saya harus mengikuti pelayanan ini. Beberapa saat setelah menjelaskan maksud dan tujuan pelayanan, kami bertujuh: saya, kak Iven, kak Ruth, kak Nining, kak Ningsih, kak Alce dan kak Ratno memutuskan untuk pergi ke rumah ibu Eci salah satu dosen kami yang khusus melayani di bidang Okultisme dan Bimbingan Konseling. Ya, ibu ini memiliki karunia khusus untuk menangani hal-hal seperti ini. Sesampainya ke rumah ibu, entah mengapa saya merasakan ada suatu atmosfir berbeda di sana. Keadaan begitu menenangkan hati dan pikiran. Seperti telah mengetahui maksud kedatangan kami, ibu Eci sangat cepat menanggapi maksud pembicaraan kami dan maksud kami untuk melayani anak muda yang kami kasihi, Alen.
         Dalam waktu yang singkat dalam pembicaraan serius, kami kemudian berdoa bersama dan memutuskan untuk melayani bersama dengan ibu Eci dan pemuda gerejanya yang malam itu sedang mengikuti ibadah doa. Namun, sayangnya kak Iven tiba-tiba menerima kabar tidak menyenangkan. Kompleks perumahannya mengalami kerusuhan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan di daerah tempat tinggalnya, namun ia akhirnya memutuskan untuk tidak mengikuti pelayanan karena mengingat orang tuanya yang ada di rumah pada saat itu. Begitu juga dengan kak Ratno, ia tidak mengikuti pelayanan bersama kami karena harus kembali ke gereja untuk memimpin Pendalaman Alkitab. Kak Alce pun tidak ikut, karena alasan tidak mau ikut. Akhirnya tinggallah kami berempat, saya, kak Nining, kak Ruth dan kak Ningsih.
          Setelah makan malam bersama di warung, tepat jam 8 malam kami mengunjungi rumah Alen yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah ibu Eci, hanya sekitar 5 menit untuk sampai ke sana. Sesampainya di rumah Alen, saya pun kembali merasakan bahwa ada sesuatu di rumah itu. Entah apa itu. Kemudian kami masuk rumah itu, dan banyak orang yang sedang duduk-duduk di teras dan di dalam rumah Alen. Kami tidak berlama-lama untuk menyapa keluarga Alen, dan kamipun langsung menuju ke kamar Alen. Suasana semakin tidak nyaman. Ketika melihat keadaan Alen yang kaki, mulut dan tangannya membengkak pun saya langsung bisa mengetahui ini bukan penyakit biasa. Tapi saya berpikir, mungkin ini hanya intuisi saya. Namun, kepekaan hati saya semakin nyata ketika ibu Eci mulai menanyakan latar belakang keluarga Alen. Saya sangat terkejut mendengar semua hal yang diceritakan ibunda Alen. Setelah ibu Alen selesai dilayani, kemudian giliran Alen yang dilayani. Pelayanan ini disebut pelayanan "pelepasan". Pelepasan dari segala macam hal yang menyangkut kehidupan keluarga ini dari hal-hal yang jahat dan tidak berkenan dihadapan Tuhan.
         Dari pelayanan ibu Eci saya belajar, bahwa ketika kita melayani seseorang yang dikuasai oleh roh jahat dalam manifestasi sakit penyakit yang aneh, kita harus memiliki kesiapan fisik, kesiapan mental dan penuh penyerahan diri. Kita harus mengaku segala dosa-dosa kita di hadapan Tuhan, meminta-Nya menyucikan kita dari segala dosa, agar tidak menjadi celah bagi iblis untuk masuk dan menguasai kehidupan kita. Kita haru benar-benar percaya dan mengakui bahwa hanya nama Yesus Kristus saja yang berkuasa. Maka semua kuasa-kuasa lain akan tunduk kepada-Nya.
           Sungguh pengalaman yang begitu indah, yang Tuhan ijinkan terjadi bagi saya
pada hari ini.
         Dan saya percaya tidak ada satu hal pun yang terjadi secara kebetulan tanpa ada maksud Allah di dalamnya. Setiap cobaan, pergumulan, sakit-penyakit Ia ijinkan terjadi dalam kehidupan kita supaya kita benar-benar melihat Hanya Kuasa Yesus Saja yang dapat menolong kita. Kita tidak dapat mengandalkan kekuatan manusia yang terbatas. Ketika kita benar-benar percaya kepada-Nya kita menjadi milik-Nya untuk selama-lamanya, dan tidak ada satu kuasa pun yang dapat merampas kita dari pada-Nya. Ia memberikan kita kuasa untuk mejadi anak-anak Allah. Dalam semuanya, kuasa itu ia berikan untuk kita sehingga orang lain yang belum percaya dapat melihat kerajaan Allah sedang bekerja dan kemuliaan Allah nyata di dalam hidup setiap orang percaya.
           Saya percaya hari ini ada dua jiwa yang sudah dimenangkan oleh Tuhan. Dua jiwa yang telah kembali menjadi milik kepunyaan Tuhan. Dua jiwa yang telah diselamatkan oleh iman kepada Yesus Kristus. Mungkin sekarang tidak ada satupun yang mengerti tentang segala hal yang telah terjadi, tetapi pada waktu-Nya Ia akan singkapkan semua hal yang sudah terjadi itu dan kita akan melihat karya Tuhan yang ajaib dan mulia.
           Pada awalnya saya menolak untuk ikut pelayan ini namun kembali saya berpikir betapa rugi nya saya jika tadi saya tetap mengeraskan hati untuk tidak ambil bagian dalam pelayanan ini. TIDAK ADA SESUATU HAL YANG KEBETULAN. Dalam hal ini kembali iman saya dikuatkan, bahwa tidak ada nama lain di bawah kolong langit ini yang berkuasa selain daripada NAMA YESUS KRISTUS ORANG NAZARETH itu.

Selasa, 18 Februari 2014

SUATU HARI?

Suatu hari..
Di mana hari itu adalah hari raya besar Idul Fitri. Pagi itu kami menyusun rencana liburan ke suatu tempat rekreasi di Kota Palu. Yang mengajak kami adalah saudara Ivendris Lodju. Namun, matahari semakin meninggi dan tak kunjung adanya kejelasan berita tentang rencana ini. Sehingga, akhirnya kami berempat, saya, Nerha Talebejole, BLi Wayan, dan Genia Sumendap memberanikan diri untuk pergi sendiri tanpa sang tutor.
 
Akhirnya perjalanan menyenangkan pun terjadi. Tepat jam 10 pagi kami berangkat dari kota Palu, ibu kota Sulawesi Tengah dan menuju ke kabupaten Donggala. Di tengah perjalanan, tepatnya di desa Kabonga Besar kab. Donggala kami mengalami suatu kendala. Ban motor bocor. Yang lebih memacu adrenalin adalah ketika harus melewati gunung-gunung, kami terpaksa pacal 3 untuk naik motor om Kumis, sedangkan Nerha sendiri yang mengendarai motor yang bannya bocor tersebut. Tempat tujuan masih jauh, 3 km lagi dan tidak ada satupun tempat tambal ban yang kami temui.
 
Satu jam berlalu, dan akhirnya kami menemukan 1 bengkel di pinggir jalan. Di sana ada 4 motor yang sedang antri untuk ditambal bannya. Setelah menunggu selama 1 jam lagi, barulah ban motor kami pulih dan perjalanan kami tempuh kembali. Dan benar saja, tepat jam 1 siang barulah kami tiba di tempat tujuan kami. Terbayar sudah semua kelelahan kami ketika memandang ke sepanjang bibir pantai dan memandang ke lautan hijau kebiru-biruan. Sambil menanti matahari agak menepi ke Barat, kami mengambil "foto-foto'"di pantai, laut, dan di batu karang bersama para bule. Setelah puas menikmati keindahan ciptaan Tuhan di tempat itu, tepat jam 3 kami melanjutkan perjalanan ke ibu kota kab. Donggala.
 
Kami pun mengunjungi tepian teluk Kabonga yang indah dan penuh kenangan manis, dan akhirnya memutuskan mendaki ke "DONGGALA KOTA NIAGA" dan terpaku dalam ketenangan di atas sana. Siapa sangka bahwa perjalanan panjang kami di hari itu adalah yang PERTAMA dan TERAKHIR kami bersama sebagai SAHABAT. Namun, SAHABAT seyogyanya adalah MEREKA yang tetap bersama dalam setiap keadaan, baik itu senang, baik itu susah, baik itu bahagia, baik itu kejengkelan. PERSAHABATAN akan tetap di hati, sekalipun jarak dan waktu tidak memihak pada kita. ---------------------- FRIENDSHIP IS NEVER THE END.

Jumat, 14 Februari 2014

CINTA?

Apa itu cinta?
Mengapa jatuh cinta?
Siapa yang boleh merasakan cinta?
Mengapa cinta tak mengenal waktu?
Mengapa cinta tak mengenal siapa?
Mengapa cinta tak mengenal status?
Mengapa cinta membuat hati bergejolak?
Mengapa cinta membuat hati menangis?
Bagaimana dia datang?
Bagaimana dia pergi?

Semua pertanyaan apa, mengapa, kapan, di mana, bagaimana dan siapa tidak akan cukup menjelaskan 5 huruf ini, C I N T A. Kata yang sederhana memang, tapi apakah sesederhana makna dan artinya? Hmm.. Tidak.

Dalam hasil surfing saya di web, saya menemukan berbagai definisi kata CINTA. Sangat menarik, karena ada berbagai pendapat dan penjelasan yang sedikit banyak masuk di otak saya yang kritis dan sarkatis ini. Ada yang menjelaskannya secara terstruktur dan beruntut, ada yang menjelaskan dari asal usul kata-nya, ada yang melihal dari sudut pandang filsafatnya, ada yang memaknai dengan cara leksikal dan gramatikal, sampai ada yang mendefinisikan dan menjelaskan arti kata CINTA dari hasil pengalamannya.  Ya.. W h a t e v e r - l a h . . Hanya akan membuat penuh tulisan di blog saya saja dengan pendapat-pendapat mereka yang tak berujung-pangkal.

Back to the Laptop! CINTA. Jika ditanyakan tentang cinta, sejak SMA saya sudah didoktrin oleh guru exacta. Bahwa "Cinta itu adalah rangsangan yang muncul dari otak kanan oleh panca indera dan kemudian melepaskan hormon endorphine dan kortisol secara hampir bersamaan." (pelajaran Biologi saya di kelas III SMA/2009). Selesai.

Pagi ini saya secara tidak sengaja mendengar radio lokal dan mendengar curhatan seorang gadis tentang cinta. Ia mengatakan begini..........
"......saya tidak pernah menyalahkan datangnya cinta. Karena cinta adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan bagi saya......."
Wah.. menarik. Padahal jika mengikuti curhatan gadis tersebut, ia bisa dikatakan wanita yang tidak bahagia. Bagaimana tidak? Ia selalu sedih karena dikhianati dan disakiti oleh orang yang dia cintai. Tetapi dia terus bertahan sampai pada akhirnya hanya kekecewaan demi kekecewaan yang ia dapatkan. Tetapi ia tidak peduli, ia tetap mengatakan bahwa CINTA adalah anugerah.
Ya.. Itulah cinta. Itu cinta. Kita tidak pernah mengerti apa itu cinta. Membingungkan. Seperti pada awal postingan saya di atas. Pertanyaan 5W+1H tidak akan bisa menjelaskan makna cinta. Daripada terus membuat saya bingung dan orang yang membaca postingan ini juga tambah bingung. Saya mau membagikan suatu refleksi rohani.

              Cinta adalah anugerah? memang benar!. Jika tidak cinta, tidak ada tangisan kecil di kandang hina di Bethlehem. Jika tidak ada cinta, tidak ada yang mati di atas kayu Salib yang hina. Jika tidak ada cinta, tidak ada yang bangkit dari antara orang mati. Jika tidak ada cinta, tidak ada yang naik ke sana untuk menyiapkan tempat bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. Jika tidak ada cinta apa jadinya saya, apa jadinya Anda? Karena Tuhan sudah mencintai kita, maka kita sudah seharusnya mencintai Tuhan dan sesama kita.
Mencintai orang tua itu kewajiban. Mencintai saudara dan sahabat itu harus. Mencintai seseorang secara spesial itu tak mengapa. Tapi harus diingat, cinta memiliki banyak konsekuensi dan pilihan. Berani menerima konsekuensi? Berani menentukan pilihan? Selamat Mencintai!.




Happy Valentine's Day 2014..