Selasa, 22 September 2015

Sony Xperia Z Ultra "Luar Biasa" (not recommended)

Annyeong..
Lama gak update entri, kali ini saya kembali menulis lagi di bawah judul Sony Xperia Z Ultra "Luar Biasa" (not recommended).
Siapa yang tak kenal Sony? Merek ternama asal Jepang yang produknya sudah melalang buana di sana-sini. Produknya bagus-bagus dan banyak macamnya, salah satunya adalah smartphone.
Kali ini saya mau review pengalaman saya mengenai produk yang satu ini, namanya Sony Xperia Z Ultra. Sejenis phablet atau handphone+tablet yang ukurannya lumayan besar untuk smartphone.
Maaf kata kalau ada yang tersinggung tapi saya mau tulisan ini bermanfaat buat yang lagi kumpul duit buat beli smartphone, supaya tidak terjebak membeli hp ini.

Well.. Ini kisahnya..
Tahun 2014 lalu, saya memutuskan untuk membeli smartphone baru karena hp saya yang lama (Samsung Galaxy S3) LCD nya pecah karena saya jatuhkan dari ketinggian 5 meter di atas permukaan laut. Lanjut cerita, saya akhirnya memutuskan untuk membeli hp yang baru dan dari hasil perjalanan saya mencari yang baru, pilihan saya jatuh ke Sony. Saya sangat tertarik membeli produk ini karena saya lihat fisiknya bagus dan spesifikasinya mumpuni (jauh lebih unggul dari hp Samsung pada umumnya).Dengan bekal uang Rp5.700.000 pada waktu itu, saya langsung membeli hp ini di salah satu toko hp terkemuka di Kota Palu.
Setahun berlalu, tidak ada masalah apapun yang saya dapatkan ketika saya menggunakan hp ini. Sampai pada tanggal 29 Juli 2015, hp saya mendadak mati. Saya pikir-pikir penyebabnya dan mungkin saja karena saya membawa hp ini refreshing ke kolam renang 1 hari sebelumnya.
Akhirnya, saya membawa hp ini di tempat pembelian hp sebelumnya. Kata sang teknisi, hp saya korslet karena kemasukan air. Wah...... Dalam pemikiran saya terlintas "Ini kah yang dikatakan Water Resistant" yang gencar diiklankan Sony?
Sang teknisi mengatakan bahwa hp saya harus dikirim ke Service Center Sony Jakarta selama 2 minggu dan nantinya saya akan mendapat SMS dari mereka.

2 Minggu berlalu.... 
Tak ada kabar apapun. Akhirnya saya pergi ke tempat service di Palu dan menanyakan sang teknisi lagi. Teknisi yang bertubuh mungil dan cantik itu berkata: "Sabar.. Mungkin masih dalam tahap pengerjaan. Tunggu 1 bulan lagi. Nanti kami SMS".
Kemudian saya pulang dan kembali kesana lagi setelah 1 bulan berlalu. Saat saya bertemu sang teknisi, ia menjawab " Sabar.. Tunggu 1 minggu lagi, mungkin dalam tahap pengiriman barang. Nanti kami SMS".

Sampai hari ini....
Sampai saat ini (Selasa, 22 September 2015) tepat 55 hari, tak ada kabar apapun dari mereka.Wah.. Jujur sebelumnya saya tidak bisa sesabar ini jadi orang. Kesabaran dan kekuatan mental saya diuji Service Center Sony Indonesia.

Bagi anda...
Pada akhir dari semuanya, saya sarankan untuk anda yang memiliki modal yang cukup berupa uang namun tidak memiliki modal lainnya berupa mental yang kuat, untuk tidak membeli smartphone Sony. Benar saja, ketika membuka forum kompasiana saya hanya bisa bersyukur karena saya hanyalah satu dari ratusan orang yang mengalami hal serupa. Ada seorang kaskuser bahkan lebih dari 3 bulan menunggu perbaikan hp, namun penantiannya berbuah kekecewaan jua karena hpnya "tidak diapa-apakan" pihak Service Center. 
Jangan sampai anda korban selanjutnya.......
Salam.